Ujian Praktik AIK SMK Muhammadiyah 1 Lamongan: Bekali Siswa Kelas XII dengan Keterampilan Spiritual
LAMONGAN – Menjelang akhir masa studi, SMK Muhammadiyah 1 Lamongan kembali menggelar Ujian Praktik Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi seluruh siswa kelas XII. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat ini dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Rabu hingga Kamis, 15-16 April 2026.

Ujian praktik AIK merupakan salah satu instrumen penting di SMK Muhammadiyah 1 Lamongan guna memastikan setiap lulusan tidak hanya unggul dalam kompetensi keahlian kejuruan, tetapi juga memiliki kematangan spiritual dan pemahaman agama yang kuat.
Pada tahun ini, materi ujian praktik AIK difokuskan pada tiga pilar utama ibadah dan muamalah, yaitu:
- Praktik Ibadah Haji (Manasik): Siswa-siswi diuji pemahamannya terkait rukun, wajib, dan sunnah haji, lengkap dengan peragaannya. Hal ini bertujuan untuk menanamkan kerinduan ke Baitullah sekaligus pemahaman tata cara ibadah haji yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.
- Membaca Al-Qur’an: Ujian ini untuk mengukur kemampuan literasi Al-Qur’an siswa, meliputi kelancaran membaca (tartil), ketepatan tajwid, hingga adab dalam membaca kitab suci.
- Merawat Jenazah: Merupakan keterampilan fardhu kifayah yang sangat dibutuhkan di tengah masyarakat. Siswa diuji kemampuannya mulai dari memandikan, mengkafani, hingga menyolatkan jenazah.
Bapak Ikhwan Hasan, selaku Pembina dan Penguji kegiatan ini, menyampaikan bahwa ujian praktik AIK adalah manifestasi dari visi sekolah untuk mencetak generasi yang berakhlakul karimah.

“Ujian praktik ini bukan semata-mata untuk menggugurkan kewajiban syarat kelulusan atau mengejar nilai di atas kertas. Lebih dari itu, ini adalah bekal nyata bagi anak-anak kami saat mereka terjun ke masyarakat nanti. Kami ingin lulusan SMK Muhammadiyah 1 Lamongan siap jika sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat, misalnya untuk memimpin salat jenazah atau merawat jenazah di lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Bapak Ikhwan Hasan.
Selama dua hari pelaksanaan, para siswa kelas XII terlihat antusias dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti setiap tahapan ujian. Mereka dibagi ke dalam beberapa kelompok agar proses penilaian dapat dilakukan secara detail dan komprehensif.





